Perasaan kehilangan
Saat ini dimana-mana begitu banyak orang mengalami kehilangan. Bencana dimana-mana. Merengut orang-orang terkasih. Dan adakalanya kita yang masih hidup merasa tak berdaya dan tak berguna karena merasa tidak mampu berbuat apa-apa demi menolong saudara kita sendiri. Kita sibuk memikirkan keselamatan pribadi. Hingga mungkin sempat lengah menolong yang lain, atau memang situasinya tak memungkinkan untuk melakukannya. Kita boleh saja merasa kehilangan, namun jangan sampai kehilangan diri sendiri yang membuat kita menjadi asing terhadap diri sendiri. Itu yang pernah saya baca dari tuturan seorang bijak.
Kehilangan akan tetap terjadi dalam tiap fase hidup kita. Karena tak ada sesuatu yang abadi, kecuali perubahan itu sendiri(kutipan). Satu-satunya cara untuk persiapkan hati kita adalah, dengan menjaga jarak antara perasaan dan logika untuk di fungsikan masing-masing pada saat yang tepat. Tidak dengan memaksakan.diri. Karena tak mungkin menyuruh seseorang untuk berhenti menangis saat orang terkasihnya pergi. Awal terjadinya rasa kehilangan, ikuti sajalah kesedihan kita seberapa jauh dia mengalir. Jangan menentangnya. Alirkan saja. Ikuti geraknya. Tumpahkan perasaan kita. Karena segala sesuatu butuh proses sealami mungkin untuk mengeluarkan energi negatif dan memasukan kembali energi positif. Dengan harapan spirit hidup kita menyala kembali. Saat proses pengaliran energi negatif dalam kesedihan, boleh vakumkan logika untuk sementara, namun jangan larut selamanya. Karena kehidupan akan selalu menanti untuk dijalani dilangkah kita berikutnya. Jadi mau tak mau kita harus tetap hidup kalau memang mau terus hidup dan tak memilih mati ditempat. Percayakan kesedihanmu pada Tuhan. Karena hanya DIA yang paling memahami urusan kita.
Leave a Comment
Comments (0)